Analysis of Mental Workload in The Production Department PT. XYZ Using NASA-TLX Method

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Fajri Arinal Haq
* Corresponding author: fajriarinalhaq@gmail.com
Wahyudin Wahyudin
Fatmawati Pratiwi

Abstract

PT. XYZ is a Machining, Fabrication, Automation, Manufacturing (Precision Part, JIG & Fixture) company, Engineering (Design Mechanic, pneumatic, system, Hydraulic System) and maintenance services. Production operators, with limited resources, often carry out large, complex, time-consuming jobs with high demands on quality and accuracy. These conditions make operators often do work that demands more attention in a long period of time, often even working overtime so that work can be completed on the target time. It is feared that what this operator is experiencing will exceed the limits of their workload, especially the amount of mental workload. To analyze this PT. XYZ uses the NASA-TLX (National Aeronautics and Space Administration Task Load Index) method on workers from the production department. The results showed that the mental workload felt by ten workers was included in the high classification with an average WWL value of 76.33.


PT. XYZ merupakan perusahaan Machining, Fabrication, Automation, Manufacturing (Precision Part, JIG & Fixture), Engineering (Design Mechanic, pneumatic, system, Hydraulic System) serta jasa maintenance. Operator produksinya, dengan sumber daya yang terbatas, sering melakukan pekerjaan dalam jumlah yang besar, kompleks, waktu yang singkat, serta tuntutan kualitas dan ketelitian yang tinggi. Kondisi tersebut membuat operator sering melakukan pekerjaan yang menuntut perhatian lebih dalam periode waktu yang lama, bahkan sering lembur agar pekerjaan dapat selesai pada terget waktunya. Apa yang dialami operator ini dikhawatirkan akan melebihi batas beban kerjanya, terkhusus besarnya beban kerja mental. Untuk menganalisa hal tersebut PT. XYZ menggunakan metode NASA-TLX (National Aeronautics and Space Administration Task Load Index) pada pekerja dari departemen produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja  mental yang dirasakan oleh sepuluh pekerja masuk dalam klasifikasi tinggi dengan nilai WWL rata-rata adalah 76,33.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Haq, F., Wahyudin, W., & Pratiwi, F. (2023). Analysis of Mental Workload in The Production Department PT. XYZ Using NASA-TLX Method. MOTIVECTION : Journal of Mechanical, Electrical and Industrial Engineering, 5(1), 161-172. https://doi.org/10.46574/motivection.v5i1.199

References

[1] N. U. H. Ulfa Liani Putri, “Analisis Beban Kerja Mental Dengan Metode Nasa Tlx Pada Departemen Logistik Pt ABC,” Www.Bpjsketenagakerjaan.Go.Id, vol. 6, no. 2, p. 1, 2019, [Online]. Available: https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/ieoj/article/view/16483%0Ahttp://www.bpjsketenagakerjaan.go.id/berita.23322/Angka-Kecelakaan-Kerja-Cenderung-Meningkat,-BPJS-Ketenagakerjaan-Bayar-Santunan-Rp1,2-Triliun
[2] B. Hendrawan, M. Ansori, and R. Hidayat, “Pengukuran dan Analisis Beban Kerja Pegawai Bandara Hang Nadim,” J. Akuntansi, Ekon. dan Manaj. Bisnis, vol. 3, no. 1, pp. 55–67, 2013.
[3] Hakiim Azafilmi, S. Wahidin, and D. A. Sari, “Analisis Beban Kerja Fisik dan Mental Menggunakan CVL dan NASA-TLX Pada Divisi Produksi PT X,” J. Unsika, vol. 3, no. 2, pp. 1–5, 2018.
[4] Herianto, Kesehatan Kerja. Jakarta: Buku kedokteran EGC., 2010.
[5] Tarwaka, Ergonomi Industri: Dasar-Dasar Pengetahuan Ergonomi dan Aplikasi di Tempat Kerja. Surakarta: Harapan Press., 2011.
[6] S. Zetli, “Hubungan Beban Kerja Mental Terhadap Stres Kerja Pada Jurnal Rekayasa Sistem Industri,” J. Rekayasa Sist. Ind., vol. 4, no. 2, pp. 63–70, 2019.
[7] H. and Staveland, “NASA-Task Load Index (NASA-TLX), 20 years later. In Human Factors and ergonomics ociety 50th Annual Meeting,” St. Monica, CA Hum. Factor Ergon. Soc., p. (pp. 904-908)., 2006.
[8] M. Bhastary Dwipayani, “Pengaruh Etika Kerja dan Stres Kerja terhadap Kepuasan Kerja Karyawan,” Maneggio J. Ilm. Magister Manaj., vol. 3, no. 2, pp. 160–170, 2020.
[9] W. Wahyudin, K. Kusnadi, and B. Nugraha, “Perbaikan Fasilitas Taman Bermain Outdoor Santri Raudhatul Atfal Dengan Mempertimbangkan Prinsip Pengendalian Perancangan Yang Ergonomis,” J. Tek. Ind., vol. 10, no. 2, pp. 138–145, 2020, doi: 10.25105/jti.v10i2.8398.
[10] M. R. Asyidikiah, “Analisis Beban Kerja Mental Pada Bagian Manajemen Divisi Engineering Menggunakan Metode NASA-TLX (Studi Kasus Di PT Ciptaunggul Karya Abadi),” Lap. kerja Prakt., 2021.
[11] S. M. Ari, “Analisis Beban Kerja dengan Full Time Equivalent dan NASA-TLX untuk Mengoptimalkan Jumlah Operator Tenun PT ABC,” Semin. dan Konf. Nas. IDEC 2022, pp. 1–10, 2022.
[12] S. Kakondo, A. P., Rahmahwati, R., & Uslianti, “Perbaikan Shift Kerja Pada Industri Kelapa Sawit Berdasarkan Nasa-Tlx Di PT. ABC.,” J. TIN Univ. Tanjungpura, p. 6(1)., 2022.
[13] H. Okitasari and D. Pujotomo, “Analisis Beban Kerja Mental Dengan Metode NASA TLX Pada Divisi Distribusi Produk Pt. Paragon Technology and Innovation,” Anal. Beban Kerja Ment. Dengan Metod. Nasa Tlx Pada Div. Distrib. Prod. Pt. Paragon Technol. Innov., vol. 5, no. 3, 2016.
[14] R. Susetyo, J., Simanjuntak, R. A., & Wibisono and C., “Pengaruh Beban Kerja Mental Dengan Menggunakan Metode Nasa Task Load Index (TLX) Terhadap Stres Kerja.,” Pros. Semin. Nas. Apl. Sains Teknol. Periode III, pp. 75–82, 2012.
[15] S. Fauzi, “Analisis Beban Kerja Mental Menggunakan Metode NASA-TLX Untuk Mengevaluasi Beban Kerja Operator Pada Lantai Produksi PT. PP. London Sumatra Indonesia Tbk, Turangie Palm Oil Mill, Kabupaten Langkat,” pp. 1–50, 2017, [Online]. Available: http://repository.uma.ac.id/bitstream/123456789/7972/1/138150009.pdf
[16] S. F. Utami, R. Suarantalla, and K. Hermanto, “Analisis Beban Kerja Mental Guru Sekolah Dasar Menggunakan Metode NASA-TLX Studi Kasus di SDN Batu Tering,” J. Ind. Teknol. Samawa, vol. 1, no. 2, pp. 14–18, 2020.
[17] R. Hafizah and Hery Hamdi Azwir, “Workload Analysis Using Full-Time Equivalent and NASA-TLX Methods to Optimize Employee Performance at PT . Z,” J. Ind. Eng. Sci. J. Res. Appl. Ind. Syst., vol. 07, no. 2, pp. 48–59, 2022, doi: : https://doi.org/10.33021/jie.v7i2.3837.
[18] M. Masniar, A. R. Histiarini, and D. A. B. Pangestu, “Analisa Beban Kerja Mental Menggunakan Metode Nasa-Tlx Pada Bagian Operator,” Metod. J. Tek. Ind., vol. 8, no. 1, pp. 11–20, 2022, doi: 10.33506/mt.v8i1.1695.
[19] P. Republik Indonesia, “Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021 Tentang Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, Alih Daya, Waktu Kerja dan Waktu Istirahat, dan Pemutusan Hubungan Kerja [Government Regulation Number 35 of 2021 concerning Work Agreements for Certain Time, Outsourcing, W,” Peratur. Pemerintah Republik Indones. Nomor 35 Tahun 2021, no. 086142, p. 42, 2021, [Online]. Available: https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/161904/pp-no-35-tahun-2021